RSS

Sabtu, 10 November 2012

PASAR CERUK


ceruk pasar adalah strategi menjadi pemimpin pasar di pasar yang kecil (ceruk). Strategi ceruk pasar memungkinkan perusahaan dengan pangsa pasar kecil dibandingkan pasar keseluruhan dapat memperoleh laba besar. Strategi ini pada intinya melakukan spesialisasi, misalnya spesialisasi ciri produk, spesialisasi geografis, spesialisasi harga-kualitas, spesialisasi pelanggan, spesialisasi pelayanan, spesialisasi pemakai akhir, spesialisasi pesanan, spesialisasi produk atau lini produk, spesialisasi saluran, spesialisasi ukuran pelanggan dan spesialisasi vertikal. Betadine menggunakan strategi ceruk pasar, yaitu menjadi pemimpin pasar dari obat luka yang merupakan bagian kecil dari pasar obat. Betadine menggunakan strategi spesialis harga-kualitas, yaitu dengan kualitas yang baik, maka menawarkan dengan harga lebih mahal 100 % dari harga pesaing, sehingga memperoleh laba cukup besar. Untuk mempertahankan citra yang bagus, Betadine melakukan public relations terutama di arahkan ke rumah sakit dengan terus memperkenalkan teknologi melalui juru bicara yang mengarah kepada anjuran para dokter.  Demikian pula Tropicana Slim juga menggunakan strategi ceruk pasar untuk produk gula sehat. Tropicana Slim juga menggunakan strategi spesialis harga-kualitas, yaitu kualitas tinggi dengan harga di atas rata-rata pesaing.

5 Hal yang Harus Dipahami Dalam Ceruk Pasar

1.      Memasarkan ceruk yang efektif memerlukan ceruk pasar yang jelas, Di tahap awal perencanaan, anda ingin memperjelas siapa target audien marketing anda. Jika anda tidak dapat menetapkannya dengan jelas, maka anda akan kesulitan menemukannya. Setelah anda memasarkan pada kelompok ini, kemudian anda ingin memperluas pasar; tapi untuk memulainya, anda harus mengarak ke kelompok ini.

2. Memasarkan ceruk yang efektif memerlukan anda, sebagai marketer, menetapkan minat target audien anda. Apa yang paling diinginkan audien anda? Apakah produk yang sudah ada di pasar, namun dengan tambahan fitur yang belum ada dimanapun? Jika kasusnya demikian, maka anda menyasar pada kelompok tersebut dan menawarkan fitur yang diinginkan.

3. Memasarkan ceruk yang efektif memerlukan setidaknya kredibilitas dari pembeli tetap yang terkait dengan ceruk tersebut. Jika mereka telah memiliki produk favorit, mereka akan memberikan sedikit minat pada anda dan produk yang anda tawarkan, kecuali anda memberikan alasan mengapa anda adalah alternatif yang patut diperhitungkan. Anda dapat melakukannya dengan berbagai cara, namun mungkin yang terbaik adalah bekerja sama dengan pihak lain yang tidak bersaing secara langsung.

4. Memasarkan ceruk yang efektif memerlukan persiapan yang matang. Jika anda merencanakan mengeluarkan produk baru dimana orang akan membeli pada ceruk tersebut, anda bisa melakukan pengujian beta pada pembeli tertentu. Biarkan mereka menggunakan produk anda secara gratis, sehingga mereka dapat memberikan kritikan, yang merupakan sarana bagi anda untuk meningkatkan produk, memperbaiki fitur, dan melakukan penambahan yang dapat meningkatkan nilai produk secara signifikan.

5. Memasarkan ceruk yang efektif juga memerlukan bukti sosial. Sekali lagi, kembali pada menetapkan kredibilitas: untuk memasarkan pada kelompok terpilih, yang telah menggunakan produk favoritnya, dan anda ingin memberikan buki mutu produk anda. Anda dapat melakukannya melalui blog, demo produk, dan meminta komentar di blog. 

Kesalahan dalam memilih niche dan target market :

1. Jangan memilih niche karena alasan niche tersebut menghasilkan paling banyak uang
Contoh niche yang kompetitif dan menghasilkan banyak uang adalah mortgage (kredit rumah), insurance (asuransi), kartu kredit, forex, stock trading, weight loss (menurunkan berat badan), dan internet marketing. Bila Anda ingin ambil bagian dalam niche yang menghasilkan paling banyak uang, Anda harus siap berkompetisi. Karena banyaknya pesaing, tentunya diperlukan action plan yang lebih matang.
Aduh ternyata internet marketing termasuk niche yang kompetitif nih. Bisa menghasilkan banyak uang, tapi tingkat persaingannya pun sangat ketat. Berarti kalau kita mau sukses harus banyak belajar, harus punya strategi yang matang agar dapat memenangkan persaingan.

2. Jangan memilih niche di bidang yang tidak kita kuasai / tidak ada pengalaman sebelumnya
Wah berarti saya melakukan kesalahan nih. Dalam membuat blog ini, topik yang saya ambil strategi internet marketing, hal yang sama sekali baru bagi saya. Akibatnya? Kemajuan blog ini jadi lambat deh, sejalan dengan pengetahuan saya.

3. Jangan memilih niche yang tidak ada kompetisi sama sekali
Niche yang kompetisinya hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali seringkali memang tidak berprospek bagus. Mungkin karena produk / jasa di niche tersebut itu jarang dibeli secara online, target marketnya terlalu kecil, tidak ada produk bagus di niche tersebut, atau karena alasan lainnya. Umumnya niche yang tidak ada kompetisinya karena tidak profitable atau tidak memiliki prospek yang bagus untuk dikerjakan.

Untuk mengetahui apakah suatu niche profitable / tidak, banyak kompetisi / tidak, dapat kita lakukan dengan cara search di google.com. Ketik saja kata kunci / keyword umum yang digunakan untuk mencari niche tersebut. Bila hasil google result sangat banyak dan ada banyak pula iklan adwords (itu tuh iklan Google yang muncul di sebelah kanan dalam Google search), berarti niche tersebut banyak kompetisinya, profitable dan banyak uang yang dikeluarkan di niche ini.

Apakah mungkin newbie / pemula menemukan niche yang punya potensi luar biasa (high search volume) tapi belum ada kompetisi? Hal tersebut sangat mungkin terjadi di jaman awal internet marketing, sekitar awal tahun 2000. Namun untuk saat ini sulit sekali menemukan niche baru yang belum ditemukan marketer. Saat ini biasanya jika suatu niche tidak ada kompetisi, berarti niche tersebut tidak ada prospek. Jika banyak kompetisi artinya banyak uang di niche tersebut.

Strategi di bisnis internet adalah berusaha mengambil dari sepotong kecil dari kue yang ukurannya besar, atau berusaha mengambil sepotong besar dari kue yang berukuran kecil. Oh ada kabar baik nih, katanya kita tidak boleh takut dengan kompetisi. Bila kita mengerti internet marketing dengan baik dan memiliki minat atau pengalaman yang bagus di suatu niche yang kompetitif, kita katanya bisa mengalahkan 80% lebih kompetitor.

4. Jangan memilih niche yang banyak free seeker tapi tidak ada buyer
Bila Anda menggunakan Keyword Tools menemukan niche yang high search volume, coba lakukan riset lebih lanjut. Mayoritas pencari niche tersebut free seeker (orang yang mencari sesuatu yang gratis) atau buyer yang bersedia mengeluarkan uang. Caranya adalah dengan mengecheck apakah banyak advertiser atau pengiklan di Adwords untuk keyword utamanya. Bila sepi pengiklan maka berarti banyak free seeker-nya. Hal ini karena tidak ada pengiklan yang memasang iklan Adwords yang hanya dicari oleh free seeker, bukannya buyer.

5. Jangan memilih niche yang terlalu luas atau umum.
Bila kita memilih niche yang terlalu luas, dibutuhkan dana yang sangat besar untuk
membangun brand jangka panjang. Lebih baik kita memilih niche yang lebih spesifik sehingga kita bisa lebih fokus dan untuk sukses dana yang dikeluarkan juga jauh lebih kecil.


Bila Anda ingin memilih Niche yang terbaik, pilihlah yang berdasarkan:
a. Minat atau pengalaman
b. Komunitas niche yang merupakan online buyers








Tidak ada komentar:

Posting Komentar